Dampak Penjajahan Terhadap Jiwa Kewirausahaan Di Indonesia

Sejarah wirausaha di indonesia, mental jiwa wirausaha bangsa indonesia jaman penjajahan belanda dan jepang, dampak penjajahan terhadap jiwa wirausaha

Bangsa Indonesia telah merdeka kurang lebih 75 tahun yang lalu, setelah terjajah oleh bangsa Belanda dan Jepang. Kurun waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa dibilang merupakan waktu yang cukup lama untuk mempengaruhi pemikiran seluruh bangsa Indonesia sesuai keinginan dan arahan para penjajah. 

Hampir empat abad bangsa kita diperbudak, masyarakat didoktrin untuk patuh dan setia menjadi budak-budak pekerja. Setelah 75 tahun kemerdekaan, bangsa kita sudah berdiri secara berdaulat, namun ternyata efek doktrinisasi di masa penjajahan tidak bisa serta merta hilang begitu saja. 

Di zaman modern, dimana informasi semakin terbuka luas seperti saat ini, masih banyak masyarakat indonesia yang terkungkung dalam mental terjajah, lebih suka menjadi abdi atau pekerja dari pada menjadi bos atau  pengusaha. Sepertinya semua ini berhubungan erat dengan efek penjajahan. Mental terkungkung dalam “kepekewuhan” (bahasa jawa) yang tidak pada tempatnya, malu, tidak berani, nyaman dalam zona yang biasa-biasa saja, minder, suka dipekerjakan, dan berbagai sifat-sifat kecil lainnya.

Tak dapat dielakkan, mental seperti ini adalah salah satu faktor besar penghambat kemajuan bangsa kita, terutama dalam jiwa kewirausahaan.  Mereka tidak mempunyai keinginan untuk berdiri sendiri, membuat sebuah usaha yang menciptakan sebuah lapangan pekerjaan, sekali lagi masyarakat kita lebih memiliki kecenderungan menjadi seorang abdi. 

Mental terjajah ini juga masih melekat dalam diri para anak muda, pelajar, bahkan mahasiswa. Salah satu bukti nyata masih banyaknya mental terjajah dikalangan pelajar adalah masih banyaknya para pelajar yang menuntut ilmu tinggi hanya untuk mencari pekerjaan, tapi sedikit yang mau berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan. 

Memang tidak ada salahnya untuk lebih memilih menjadi abdi atau pekerja, namun jika berbicara tentang kewirausahaan maka mental semacam ini bisa sedikit banyak menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah yang sedang berupaya menumbuhkan jiwa-jiwa wirausaha dikalangan masyarakatnya.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah wirausaha di negara Indonesia naik dari 1,56% pada tahun 2014, menjadi 3,1% dari jumlah penduduk pada akhir tahun 2016. Meskipun bertumbuh, namun ratio 3,1% ini masih dirasa sangat jauh dari syarat untuk menjadi sebuah negara maju. Adapun ratio ideal wirausaha untuk sebuah negara maju adalah 14% dari jumlah penduduk di suatu negara.

Lapangan kerja yang ada semakin tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Penyerapan tenaga kerja tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan yang sudah ada. Dibutuhkan wirausaha sejati untuk membantu menyelesaikan masalah ini. 

Upaya untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, tidak ada jalan lain kecuali melahirkan para wirausahawan. Ini menjadi tantangan berat untuk bangsa Indonesia, mengingat bahwa kepribadian bangsa kita yang masih sulit diubah dari seorang abdi menjadi seorang pengusaha.

Sebenarnya usaha untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan telah dilakukan sejak masa penjajahan, yaitu dengan hadirnya koperasi. Di masa penjajahan Belanda, gerakan koperasi pertama di Indonesia lahir dari inisatif tokoh R. A. Wiriaatmadja pada tahun 1896. 

Wiriaatmadja adalah seorang Patih di daerah Purwokerto ( Banyumas ) ini berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi. Beliau dengan bantuan E. Sieberg, Asisten Residen Purwokerto, mendirikan Hulp-enSpaar Bank. Cita-cita Wiriaatmadja ini juga mendapat dukungan dari Wolf van Westerrode, pengganti Sieberg. Mereka mendirikan koperasi kredit sistem Raiffeisen.

Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI. Belanda yang khawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UU no. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :
  1. Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi
  2. Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
  3. Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral
  4. Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda
Empat poin diatas menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia melayangkan protes, akhirnya pihak Belanda mengeluarkan UU Nomor 91 pada Tahun 1927. Isi peraturan pada UU Nomor 91 lebih ringan dari UU no. 431 seperti :
  1. Hanya membayar 3 gulden untuk materai.
  2. Bisa menggunakan bahasa daerah.
  3. Hukum dagang sesuai daerah masing-masing.
  4. Perizinan bisa didaerah setempat.

Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan Koperasi Kumiyai. Awalnya berdirinya koperasi ini berjalan dengan mulus. Namun fungsi koperasi pada masa penjajahan Jepang berubah drastis. Koperasi menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Tentu tindakan Jepang ini membuat rakyat Indonesia sengsara. 

Pada tanggal 12 Juli 1947 atau dua tahun setelah indonesia merdeka, kaum pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Salah satu keputusannya yaitu menetapkan tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. 

Dalam perkembangannya, nampak kemunculan koperasi ini juga kurang efektif dalam upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu: 
  1. Kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah.
  2. Kurang tangguhnya mental / jiwa wirausaha masyarakat Indonesia
  3. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai Koperasi..
  4. Belum efektifnya tata kelola ditiap-tiap unit Koperasi.
Demikian  ulasan singkat mengenai dampak penjajahan terhadap jiwa kewirausahaan di Indonesia. Kita harus tetap semangat dan harus berani keluar dari zona nyaman. Tetap dukung program pemerintah dalam upaya menumbuhkan ratio wirausaha di tataran nasional. Dan satu hal yang tak kalah penting adalah jangan pernah takut untuk berinovasi dan berkarya dari dalam diri kita sendiri.

Sekian dan tetap semangat !! 

Penjelasan Jenis-Jenis Sejarah Beserta Contohnya

makalah jenis-jenis sejarah, buatlah bagan tentang jenis-jenis sejarah, salah satu jenis sejarah, mengapa perlu dibuat jenis-jenis sejarah, Sejarah geografi, sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah lokal, sejarah nasioal, sejarah dunia

Sejarah sebagai suatu ilmu pengetahuan mempelajari pengetahuan pada masa lampau dalam lingkup kehidupan manusia. Kejadian dalam sejarah itu dapat digolongkan dalam beberapa jenis sejarah sehingga dalam pembahasan sejarah lebih terfokus pada suatu masalah, walaupun dalam pembahasan itu juga terkait dengan berbagai masalah. Oleh karena itu, yang dimaksud jenis dan kategori sejarah adalah perpaduan ciri-ciri yang pada dasarnya dianggap sebagai karakteristik kelompok dan adanya kemampuan menampilkan jenis atau tipe sejarah. 

Menurut Louis Gattaschalk dalam bukunya yang berjudul  Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto tahun 1975, ia membagi sejarah dalam tiga jenis:
  1. yang menentukan kelangsungan hidup rekaman sejarah hanya kebetulan ditemukan;
  2. untuk penulisan sejarah di masa mendatang dengan teknik sampling, akan diperoleh tokoh sejarah yang konkret.
  3. Penulisan sejarah yang menggunakan contoh par excellen, yaitu seorang individu terkemuka dalam bangsanya yang memiliki watak mampu memperbaiki perilaku bangsanya secara optimal menyeluruh.

Sejarah berdasarkan pada fokus masalah dibagi sebagai berikut.

1. Sejarah Geografi

Sejarah geografi ini dikaitkan dengan masalah sejarah yang memiliki keterkaitan dengan geografi, untuk menjawab pertanyaan "di mana peristiwa itu terjadi?" baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Peristiwa sejarah dalam sejarah geografi ini dikaitkan dengan tempat dan lokasi kejadiannya. Oleh karena itu,  ilmu pengetahuan tentang geografi (ilmu geografi) sangat diperlukan, kemudian muncul pertanyaan "mengapa di tempat tersebut?". Selain itu, pengetahuan geografi juga penting dalam perjalanan sejarah bangsa

Indonesia, luas wilayah Indonesia dan keadaan alam ikut mendukung terjadinya suatu peristiwa sejarah. Bahkan adat istiadat pun juga mengambil peran. Begitu juga keadaan alam, dapat dipakai sebagai pertimbangan untuk menciptakan strategi dalam perang.

2. Sejarah Ekonomi

Ilmu pengetahuan yang membahas adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya disebut ilmu ekonomi. Manusia tidak ada yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya itu, mereka membutuhkan bantuan orang atau pihak lain. Keadaan inilah yang kemudian menimbulkan terjadinya sistem ekonomi dalam masyarakat (sistem ekonomi kemasyarakatan). 

Masyarakat Indonesia mulai mengenal sistem ekonomi sejak masa bercocok tanam dengan sistem barter (barang ditukar dengan barang) sebab belum mengenal sistem ekonomi uang. Perdagangan di Nusantara berkembang pesat, terbukanya jalan dagang darat (jalan sutra) yang kemudian muncul jalan dagang laut (jalan dagang rempah-rempah) membuat perdagangan Nusantara semakin marak, sehingga peran aktif pedagang Indonesia semakin tampak dalam hubungan antarbangsa. 

Melalui hubungan perekonomian dan majunya perdagangan inilah banyak pedagang Cina dan India yang masuk ke nusantara. Keberadaan mereka berpengaruh besar, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan religius. 

Bahkan kerajaan-kerajaan Nusantara dapat dikenal di luar negeri akibat banyaknya pedagang-pedagang asing yang singgah di kerajaan pada masa itu. Dengan demikian sejarah ekonomi bangsa Indonesia berkembang dari tingkat sederhana ke arah ekonomi luas bahkan mampu menembus ekonomi internasional.

Jalan Sutra adalah nama jalur kuno yang menghubungkan Cina dan Eropa. Melalui jalur inilah hasil terkenal dari Cina Kuno dipasarkan ke Italia, Prancis, dan negara Eropa lainnya. Jalan Sutra membentang dari Xi'an hingga Timur Tengah sepanjang + 6.450 km.

3. Sejarah Sosial 

Sejarah sosial bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Masalah sosial menjadi pendorong munculnya peristiwa-peristiwa sejarah. Sejarah social mengalami proses perkembangan sesuai dengan perkembangan taraf hidup manusia. Ketika masa bercocok tanam, kehidupan sosial mulai tumbuh, gotong royong dirasakan sebagai kewajiban yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari. 

Mereka hidup secara bersama-sama dalam satu kelompok sosial, mereka masih food gathering (mengumpulkan makanan) yang kemudian meningkat ke food producing (menghasilkan makanan).
Sejarah sosial terus mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakatnya dari yang paling sederhana ke tingkat yang lebih maju.

Munculnya modernisasi, masyarakat pun akan terus membangun kemajuan sosial. Seperti dalam taraf hidup yang sederhana di masa bercocok tanam, maka upaya sosial muncul dengan masyarakat gotong royong yang dirasakan sebagai hal yang wajib dalam kehidupan bermasyarakat luas bahkan kepada aturan-aturan masyarakat yang perlu mereka taati bersama untuk dijaga kelestariannya.

Setelah masuknya hinduisme, kehidupan sosial masyarakat semakin baik, bahkan mereka secara sukarela dan bersama mampu menghasilkan bangunan yang amat besar dan dianggap suci, seperti candi Prambanan dan Borobudur.

Masyarakatnya jujur, taat kepada sang pencipta secara sukarela, juga taat kepada para pemimpin bahkan di dalam keluarga mereka taat dan saling menghormati. Pada masa Hindu-Buddha inilah di Indonesia muncul kerajaan yang pertama, seperti Kerajaan Kutai pada abad ke-5,

Tarumanegara, kemudian Sriwijaya di Sumatra. Hubungan yang erat terjadi di dalam atau di luar istana, walaupun mempunyai satu arah pada istanasentris bahkan muncul pengultusan pada raja.

Di zaman Islam, seiring dengan berkembangnya kerajaan Islam di Nusantara masyarakat sudah mulai teratur, kehidupan sosial semakin tampak membawa kesejahteraan dan perbaikan sosial. Kehidupan demokrasi mulai tertata melalui system kerajaan. Sistem ini kemudian dikembangkan di tengah masyarakat luas dengan cara mengurangi sikap feodal sebab para raja Islam telah memberikan contoh kehidupan yang demokratis. Oleh karena itu, masalah sosial tidak lepas dari perkembangan hidup masyarakat yang menciptakan perkembangan sejarah umat manusia.

Pembicaraan tentang sejarah ketatanegaraan atau sejarah politik sebenarnya berawal dari zaman pra-aksara. Hanya saja, bagaimana perkembangan atau wujud dari hal tersebut banyak ahli yang menafsirkan berbagai macam, misalnya, primus inter pares.

Berdasarkan peninggalan sejarah diungkapkan bahwa zaman praaksara berbentuk kesukuan. Namun setelah pengaruh Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara, muncul sistem baru, yaitu kerajaan, misalnya, Kerajaan Kutai. Sistem kerajaan berkembang luas di Nusantara, baik di Jawa atau di luar Jawa muncul banyak kerajaan Hindu dan Buddha.

Masuknya agama Islam ke Nusantara memberi angin baik bagi pertumbuhan kerajaan, sebab memunculkan sistem baru dalam istana. Pada zaman Islam, gelar kepala negaranya adalah sunan atau sultan, itulah salah satu bentuk perkembangan sejarah ketatanegaraan.

Sejarah secara geografis (Cakupan Wilayah) dibagi sebagai berikut.

1. Sejarah Dunia

Sejarah dunia menceritakan peristiwa penting sejumlah negara, menyangkut hubungan antarnegara, serta peristiwa dan fakta sejarah dari banyak negara di belahan dunia ini. Banyak ahli sejarah dan para peneliti telah mempublikasikan sejarah dunia, seperti sejarah negara-negara Eropa, sejarah negara-negara Asia, sejarah Mesir, sejarah Afrika, dan sejarah Australia yang telah dibentangkan secara panjang lebar dari aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang terjadi pada kawasan negara-negara tersebut.

Contoh penulisan sejarah dunia adalah buku Soebantardjo yang berjudul Sari Sejarah Asia – Australia. Buku ini menceritakan mengenai negara Jepang, Tiongkok (Cina), India, Ceylon (Sri Lanka), Birma (Myanmar), Malaya, Muangthai (Thailand), Indocina, Iran, Afghanistan, Arab, Siria, Libanon, Irak, Yordania, Palestina, Mesir, Turki, dan Australia. 

Selain itu, Soebantardjo juga menulis sejarah negara-negara Eropa dan Amerika. Jadi, sejarah dunia menceritakan bagaimana situasi negara-negara di seluruh kawasan dunia ini dan hubungannya satu dengan yang lainnya.

2. Sejarah Nasional

Sejarah nasional menceritakan sejarah bangsa Indonesia mulai sejak pertumbuhan sampai sekarang. Sejarah zaman purbakala memuat bagaimana keadaan dan kemampuan masyarakat nenek moyang kita, kepercayaannya, serta hasil-hasil budayanya. Setelah kedatangan Hindu, diceritakan pula bagaimana wujud akulturasinya, kemudian diceritakan pula masuknya Islam serta kedatangan bangsa barat yang akhirnya muncul penjajahan. 

Gerakan nasional Indonesia memaparkan bagaimana giatnya perjuangan nasional yang puncaknya adalah proklamasi serta usaha mengisi kemerdekaan. Beberapa gangguan keamanan muncul serta adanya usaha Belanda untuk menguasai kembali, meskipun pada akhirnya mampu kita atasi dan  kita pertahankan tanah air ini. 

Memasuki zaman modern sekarang ini pun bangsa Indonesia masih terus membuat sejarahnya. Contoh penyusunan sejarah nasional dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan diterbitkan sebagai Buku Sejarah Nasional Indonesia dalam enam jilid.

3. Sejarah Lokal

Sejarah lokal mengandung pengertian suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau dan hanya terjadi di suatu daerah atau tempat tertentu yang tidak menyebar ke daerah lain di Indonesia. 

Peristiwa-peristiwa yang muncul hanyalah dari daerah tertentu dan memuat masalah-masalah yang ada di daerah tertentu itu juga, misalnya, sejarah lokal tentang kampong Minahasa, sejarah suku Toraja, masyarakat Nias, atau suku Dayak di Kalimantan. 

Dalam sejarah lokal muncul tokoh-tokoh lokal yang memperjuangkan wilayahnya, misalnya, perjuangan Imam Bonjol dari Sumatra Barat, perjuangan Teuku Umar dari Aceh, perjuangan Pangeran Diponegoro dari Jawa (Yogyakarta), dan pahlawan-pahlawan lain dari berbagai daerah di Nusantara.
 
Sejarah lokal merupakan sejarah yang penting, namun sering kali kita justru memperoleh sumber- sumber dari negara lain (misalnya, Belanda), walaupun banyak juga kita temukan bukti-bukti sejarah dari pelosok tanah air. Barang bukti sejarah yang sudah pindah tangan ke negara lain, misalnya, kitab asli Negara kertagama dan patung Ken Dedes (Prajna Paramita) yang berada di negara Belanda. 

Jenis sejarah yang mencakup kawasan yang lebih luas dari sejarah lokal adalah Sejarah Dunia dan Nasional.

Masyarakat yang dinamis dan berkembang memang terjadi di mana-mana, namun di sisi lain dampak dari perkembangan ini sangat menyulitkan pengungkapan bukti sejarah lokal dikarenakan adanya percepatan pembangunan, pergantian generasi, serta perkembangan penduduk yang pesat sehingga menambah semaraknya negeri ini. 

Sejarah lokal dapat dikategorikan menjadi sejarah peristiwa masa silam, sejarah mengenai kerajaan-kerajaan di Nusantara, sejarah yang membentangkan peranan petani dan para priyayi serta kuli kontrak di zaman Belanda, dan sejarah lokal yang membentangkan keadaan masa kuno sampai sekarang mengenai tradisi, adat istiadat, dan kepercayaan pada daerah-daerah tertentu.

Oleh karena itu, dapat kita perhatikan bagaimana kenyataan dalam penulisan sejarah lokal sebagai berikut:
  • Sejarah lokal hanya membicarakan daerah tertentu saja, misalnya, sejarah kabupaten Madiun, sejarah kabupaten Tegal, atau sejarah Yogyakarta.
  • Sejarah lokal lebih menekankan struktur daripada prosesnya.
  • Sejarah lokal hanya membicarakan peristiwa tertentu yang dianggap terkenal di suatu daerah.
  • Sejarah lokal hanya membahas aspek tertentu saja.

Kisah Nyata: Sejarah Tragedi Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Kronologi Sejarah Kapan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Siapa nahkoda kapal van der wijck, Monument tenggelamnya kapal van der wijck, sejarah singkat kapal van der wijck, sejarah indonesia, kapal karam, van der wijck, kapal belanda, kapal angkut, pelayaran, buya hamka, sosial budaya,

Sejarah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck | Apa yang ada di pikiran anda jika mendengar nama kapal ini? Judul novel, film? Ya, semuanya benar. Sejarah Tenggelamnya Kapal van der Wijk ternyata tidak hanya sebuah cerita khayalan dari seorang Buya Hamka sebagai pengarangnya. Kapal ini nyata dan pernah berlayar di Indonesia yang waktu itu masih dikenal dengan sebutan Hindia Belanda.

Kapal van der Wijk adalah sebuah kapal angkut penumpang dan barang bertenaga uap. Kapal ini merupakan kapal angkut milik maskapai pelayaran Belanda yang bernama Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM), yang nantinya menjadi cikal bakal PELNI.

Kronologi Sejarah Kapan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Siapa nahkoda kapal van der wijck, Monument tenggelamnya kapal van der wijck, sejarah singkat kapal van der wijck, sejarah indonesia, kapal karam, van der wijck, kapal belanda, kapal angkut, pelayaran, buya hamka, sosial budaya,
S.S Van Der Wijck

Kapal Van der Wijk dibuat pada tahun 1921 oleh Maatschappij Fijenoord N.V. sebuah pabrik galangan kapal di Fyenoord, Rotterdam, Belanda. Adapun spesifikasi Kapal Van der Wijck adalah sebagai berikut:
  • Panjang kapal 97,5 meter. 
  • Lebar kapal 13,4 meter.
  • Tinggi  kapal 8,5 meter. 
  • Berat kotor kapal 2.633 ton. 
  • Berat bersih  kapal 1.512 ton. 
  • Daya angkut  kapal 1.801 ton. 
  • Kelas Pertama (VVIP) mengangkut 60 orang. 
  • kelas Dua (VIP) 34 orang. 
  • Geladak atau kelas ekonomi berdaya tampung 999 orang.

Nama kapal ini diambil dari nama Gubernur Jendral Hindia Belanda Jonkheer Carel Herman Aart Van der Wijck (1840-1914), yang berkuasa dari tahun 1893 hingga 1899. Kapal Van der Wijk mendapat nama panggilan “de meeuw” atau “The Seagull”. Nama panggilan ini diberikan karena figur kapal ini sangat anggun serta tenang. Menjadi salah satu kapal besar dan megah di era Hindia Belanda kala itu.

Kronologi Sejarah Kapan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Siapa nahkoda kapal van der wijck, Monument tenggelamnya kapal van der wijck, sejarah singkat kapal van der wijck, sejarah indonesia, kapal karam, van der wijck, kapal belanda, kapal angkut, pelayaran, buya hamka, sosial budaya
Jonkheer Carel Herman Aart van der Wijck (1900)

Sekilas Tokoh:
Jonkheer Carel Herman Aart van der Wijck (lahir di Ambon, 29 Maret 1840 – wafat di Baarn, 8 Juli 1914 pada umur 74 tahun). Dia adalah seorang Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda. Ia diangkat menjadi Gubernur-Jenderal oleh Ratu Emma van Waldeck-Pymont pada tanggal 15 Juni 1893. Van der Wijck mulai memerintah antara tanggal 17 Oktober 1893 sampai tanggal 3 Oktober 1899.

Kapal van der Wijk ternyata memiliki kaitan dengan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Dikutip dari tirto.id, bahwa ketika hendak dibuang ke Boven Digoel, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir juga naik kapal ini. “Sesudah seminggu dalam bui Makassar, kami dinaikkan ke kapal KPM van der Wijck menuju Ambon” tulis Mohammad Hatta dalam memoarnya (Mohammad Hatta: Memoir (1979: 352)). 

Pelayaran Terakhir Kapal Van der Wijck

Dalam pelayaran terakhirnya pada tanggal 20 Oktober 1936, Kapal Van der Wijk menempuh rute Makassar - Tanjung Perak (Surabaya) - Tanjung Mas (Semarang) - Tanjung Priok (Jakarta) – Palembang. Bertindak sebagai nahkoda kapal adalah B.C. Akkerman. Dia adalah seorang nahkoda yang pada saat itu berusia 43 tahun, dan sudah berdinas selama 25 tahun. B.C Akkerman baru dua minggu bekerja sebagai juru mudi kapal Van der Wijck. 

Menurut Pandji Poestaka yang dikutip tirto.id, kapal Van der Wijk memuat 250 orang penumpang ketika berangkat dari pelabuhan di Surabaya. Beredar informasi bahwa geladak Van der Wijk pada saat itu membawa muatan berupa kayu besi. 

Muatan kayu tersebut rencananya akan dipindah menuju kapal lain setelah tiba di Tanjung Priok, Jakarta yang kemudian akan diangkut menuju daerah Afrika. Kapal Van der Wijk tenggelam di kawasan yang disebut Westgat, yaitu selat yang berada di antara Pulau Madura dan Surabaya, atau sekitar 22 mil di sebelah barat laut Surabaya. 

Upaya penyelamatan penumpang dilakukan dengan mengirimkan delapan pesawat udara jenis Dornier yang bisa mendarat di permukaan air. Kapal dan perahu nelayan juga bergerak menyelamatkan korban kapal van der Wijck. Sekitar 20 penumpang kapal mampu dievakuasi dengan pesawat, lalu mereka dibawa ke Surabaya. 

Disaat bersamaan beberapa perahu nelayan lokal mencoba menyelamatkan puluhan penumpang, baik orang Eropa maupun bumi putera untuk dibawa menuju daratan. Jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan pada saat itu adalah 153 orang. Berdasar laporan, ada 70 orang dinyatakan hilang baik penumpang maupun awak kapal. Dalam tragedi tersebut Kapten B.C Akkerman dapat diselamatkan.

Apa penyebab tenggelamnya kapal Van der Wijck? karena minimnya sumber berita, maka hal ini belum terjawab secara pasti. Seperti diberitakan Santa Ana terbitan California dalam artikel berjudul "Mysterious Disaster is to fatal 72" menyebutkan, "Some mariners here believed the ship might have been caught by 1 one of Java’s occasional seaquakes". Jika dintisarikan bahwa surat kabar tersebut menyebut tenggelamnya kapal karena adanya gempa laut yang sesekali menerjang kapal Van der Wijck. Jika mengacu pada Pandji Poestaka yang dikutip oleh tirto.id yang menyebutkan bahwa adanya muatan kayu besi ketika itu, mungkin saja hal tersebut melebihi tonase kapal dan menyebabkan tenggelamnya kapal.

Monumen Peringatan Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

Sebagai upaya mengenang peristiwa tenggelamnya Kapal van der Wijk, maka dibuat sebuah tugu monument yang berada di kompleks Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia Cabang Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Monumen tersebut bersusun tiga lantai, dibagian lantai 2 terdapat balkon yang menghadap ke arah laut (utara). Bangunan monument tersebut memiliki ukuran sekitar 2,5 meter x 3 meter dengan tinggi 10 meter. 

Di monument Peringatan Kapal Van der Wijk ini terdapat dua plakat yang bertuliskan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Belanda. 

Kronologi Sejarah Kapan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Siapa nahkoda kapal van der wijck, Monument tenggelamnya kapal van der wijck, sejarah singkat kapal van der wijck

Plakat berbahasa Indonesia bertuliskan, “Tanda Peringatan kepada Penoeloeng-Penoeloeng Waktoe Tenggelamnja Kapal Van Der Wijck DDC 19-20 Oktober 1936.”  


Kronologi Sejarah Kapan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Siapa nahkoda kapal van der wijck, Monument tenggelamnya kapal van der wijck, sejarah singkat kapal van der wijck

Plakat berbahasa Belanda bertuliskan, “Martinus Jacobus Uytererk Radiotelegrafist Aan Boord S.S Van Der Wijck 20 Oktober 1936 Hij Bleef Getrouw Tot In Den Dood Zijn Nagedachtenis Zij EERE. Zijne Vrienden.” 

Berdirinya monument peringatan tersebut telah menjadi bukti bahwa kejadian tenggelamnya kapal Van der Wijck itu benar terjadi dan nyata bukan hanya karangan novel milik Buya Hamka belaka.

Demikian tulisan berjudul Kisah Nyata Sejarah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Semoga bermanfaat. Terima kasih.


Referensi:
  • tirto.id
  • seruni.id
Kredit Gambar:

Perkembangan Historiografi Penulisan Sejarah Di Indonesia

Penulisan kisah sejarah (Historiografi Sejarah) bukan hanya sekadar menyusun dan merangkai fakta-fakta hasil penelitian saja, melainkan juga menyampaikan pendirian dan pikiran melalui interpretasi sejarah berdasarkan hasil penelitian ilmiah. 

Menjelaskan tentang perkembangan historiografi penulisan sejarah di Indonesia yang meliputi penulisan sejarah tradisional, kolonial dan nasional

Dalam perkembangan selanjutnya penulisan sejarah di indonesia mengalami kemajuan, yaitu dengan munculnya gagasan baru dalam penulisan sejarah. Setelah Indonesia merdeka sejarah sudah menjadi ilmu yang wajib dipelajari dan diteliti kebenarannya dengan teori dan metode yang modern. Hal ini disebabkan oleh  nation building, yaitu sejarah nasional akan mewujudkan kristalisasi identitas bangsa, serta membudayakan ilmu sejarah dalam masyarakat Indonesia yang menuntut pertumbuhan rakyat, meningkatkan kesejahteraan sejarah tentang perkembangan bangsa-bangsa.

Secara garis besar ada tiga jenis penulisan sejarah (historiografi) di Indonesia yaitu sbb:

1.Penulisan Sejarah Tradisional (Historiografi Tradisional) 

Penulisan sejarah tradisional adalah penulisan sejarah yang dimulai dari zaman Hindu sampai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Penulisan sejarah pada zaman ini berpusat pada masalah-masalah pemerintahan dari raja-raja yang berkuasa, bersifat istanasentris yang mengutamakan keinginan dan kepentingan raja. 

Penulisan sejarah di zaman Hindu-Buddha pada umumnya ditulis di prasasti dengan tujuan agar generasi penerus dapat mengetahui peristiwa di zaman kerajaan pada masa dulu di mana seorang raja memerintah, contoh kitab Arjunawiwaha zaman Erlangga, kitab Panji zaman Kameswara, serta kitab Baratayuda dan Gatotkacasraya di zaman Kediri pada masa Raja Jayabaya. Kitab Gatotkacasraya memuat unsur javanisasi, yakni mulai muncul dewa asli Jawa, yaitu Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong).

Walaupun dari segi wajah kurang, tokoh ini bijak dan memiliki kemampuan yang luar biasa. Setelah agama Islam masuk ke Nusantara maka terjadi proses akulturasi kebudayaan yang menghasilkan bentuk baru dalam penulisan sejarah. 

Bentuk penulisan itu adalah mulai digunakannya kitab sebagai pengganti prasasti, contohnya, Babad Tanah Jawi dan Babad Cirebon. Penulisan peristiwa yang terjadi pada masa raja-raja Islam ditulis berdasarkan petunjuk raja untuk kepentingan kerajaan, misalkan kitab  Bustanus Salatina. Kitab ini menulis sejarah Aceh, juga berisi kehidupan politik pada masa Islam di Aceh, kehidupan masyarakat, soal agama Islam, sosial, dan ekonomi. 

Penulisan sejarah tradisional pada umumnya lebih menekankan pada beberapa hal berikut.
Hanya membahas aspek tertentu, misalnya, hanya aspek keturunan  (genealogi saja) atau hanya diutamakan aspek kepercayaan (religius saja). Hanya membicarakan peristiwa tertentu yang dianggap penting dan perlu ditanamkan di tengah masyarakatnya untuk kepentingan istana belaka.

Mengedepankan sejarah keturunan dari satu raja kepada raja berikutnya.
Sering sejarah tradisional hanya memuat biografi tokoh-tokoh terkemuka di masa kekuasaannya.
Sejarah tradisional menekankan pada struktur bukan prosesnya.

Jadi, dalam penulisan sejarah tradisional, tradisi masyarakat dan peran tokoh sangat diutamakan sebab adanya gambaran raja kultus dalam penulisannya, seperti di zaman Raja Kertanegara. Namun, penulisan sejarah tradisional sangat berarti bagi penelusuran sejarah di masa lalu.

2. Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial)

Penulisan sejarah kolonial adalah penulisan sejarah yang bersifat eropa sentris. Tujuan penulisan ini adalah untuk memperkukuh kekuasaan mereka di Nusantara.

Penulisan sejarah yang berfokus barat ini jelas merendahkan derajat bangsa Indonesia dan mengunggulkan derajat bangsa Eropa, misalnya, pemberontakan Diponegoro dan pemberontakan kaum Padri. Tokoh tersebut oleh bangsa Eropa dianggap pemberontak, sedangkan Daendels dianggap sebagai figur yang berguna. Tulisan mereka dianggap sebagai propaganda penjajahan serta pembenaran penjajahan di Indonesia. 

Padahal, kenyataannya adalah penindasan. Akan tetapi, ada juga penulis Eropa yang cukup objektif, misalnya, Dr. Van Leur dengan karya tulisan Indonesian Trade and Society dan karya Dr. Schrieke,  Indonesia Sociological Studies,  yang memaparkan perdagangan dan masyarakat Nusantara. Dasar pemikiran sarjana Belanda tersebut dirumuskan kembali secara sistematik oleh Dr. Sartono Kartodirdjo dengan Pendekatan multidimensional, yaitu pendekatan dalam penulisan sejarah dengan beberapa ilmu sosial, ekonomi, sosiologi, dan antropologi.

3. Penulisan Sejarah Nasional (Historiografi Nasional)

Penulisan sejarah nasional adalah penulisan sejarah yang bersifat Indonesia sentris, dengan metodologi sejarah Indonesia dan pendekatan multidimensional. Jadi, penulisannya dilihat dari sisi kepentingan nasional atau dengan kata lain penulisan sejarah ini untuk menumbuhkan rasa nasonalisme. 

Historiografi Nasional dirintis oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo. Dalam historiografi nasional akan terungkap betapa pedihnya keadaan di zaman pergerakan nasional Indonesia oleh penjajahan barat sehingga membangkitkan semangat rakyat untuk merdeka. 

Historiografi Nasional juga akan mengungkapkan bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah teraih pada 17 Agustus 1945 itu agar menjadi negara yang maju dan dihormati bangsa lain.

Dalam perkembangannya, penulisan sejarah di Indonesia pada umumnya bersifat naratif yang mengungkapkan fakta mengenai apa, siapa, kapan, dan di mana serta menerangkan bagaimana itu terjadi. Supaya sejarah dapat mengikuti perkembangan ilmu lainnya maka harus meminjam konsep ilmu-ilmu sosial dan diuraikan secara sistematis.

Beberapa pendekatan yang digunakan dalam perkembangan penulisan sejarah sebagai berikut:
  • Pendekatan Sosiologi untuk melihat segi sosial peristiwa yang dikaji, misalnya, golongan masyarakat mana yang memelopori.
  • Pendekatan Antropologi untuk mengungkapkan nilai yang mendasari perilaku para tokoh sejarah, status, gaya hidup, dan sistem kepercayaan.
  • Pendekatan Politik untuk menyoroti struktur kekuasaan, jenis kepemimpinan, tingkat sosial, dan pertentangan kekuasaan.

Fakta-Fakta Sejarah Patung Liberty Di Amerika Serikat

Fakta Sejarah Patung Liberty Amerika, Fakta Siapa Pembuat Patung Liberty, Fakta Kenapa Patung Liberty Berwarna Hijau,Fakta Kapan Patung Liberty Dibuat

Patung Liberty adalah salah satu bangunan bernilai sejarah yang berada di negara Amerika Serikat. Patung Liberty merupakan hadiah dari Prancis untuk memperingti aliansi antara kedua negara selama revolusi Amerika. Dibawah ini adalah tulisan mengenai Fakta-Fakta Sejarah Patung Liberty Di Amerika Serikat.

Siapa yang menciptakan Patung Liberty?

Patung Liberty dirancang oleh pematung Prancis Frédéric-Auguste Bartholdi. Patung Liberty menjadi karyanya yang paling terkenal, meskipun Anda dapat melihat contoh-contoh lain di sekitar AS, seperti Air Mancur Bartholdi di Washington, D.C. Bartholdi mendapatkan bantuan teknik dari Gustave Eiffel (ketenaran Menara Eiffel) saat membuat patung.

Dimana Bagian Patung Liberty Dibuat?

Kepala, lengan, dan eksterior Patung Liberty dibangun di Perancis di bengkel Gaget, Gauthier & Co. Menara tiang yang menyediakan dukungan struktural dibangun di pabrik Eiffel.

Berapa Lama Pembuatan Patung Liberty, dan Kapan itu Selesai?

Butuh sembilan tahun untuk membangun Patung Liberty di Prancis, dengan konstruksi berakhir pada 1885. Kemudian, harus dibongkar dan dikirim ke Kota New York. Begitu tiba di Amerika dan alasnya siap, butuh empat bulan untuk membangun kembali patung itu.

Apa Bahan Pembuatan Patung Liberty ?

Patung Liberty terbuat dari tembaga setebal 3/32 inci (2,4 milimeter), sama dengan dua koin A.S. disatukan. Patung Liberty terbuat dari lapisan tembaga yang dapat dibandingkan dengan ketebalan dua sen yang saling menempel. Di bawah ada struktur internal dari besi cor dan stainless steel.

Mengapa Perancis Memberikan Patung Liberty Kepada Amerika Serikat?

Patung Liberty diberikan dalam persahabatan untuk memperingati aliansi antara Amerika dan Perancis selama Revolusi Amerika. Selama masa ketika orang Prancis masih terbagi antara demokrasi dan dukungan dari monarki, pemikir politik Édouard de Laboulaye berpikir gerakan ini akan memberi harapan kepada kaum liberal Prancis yang menginginkan demokrasi untuk menang.

Siapa yang Seharusnya Menerima Patung Liberty?

Patung Liberty hampir diberikan kepada Mesir untuk ditempatkan di Terusan Suez karena Bartholdi sangat terinspirasi oleh struktur seperti Sphinx dan piramida.

Siapa yang Digunakan sebagai Model untuk Patung Liberty?

Tidak ada yang tahu pasti siapa modelnya. Ada banyak teori, mulai dari spekulasi bahwa dia awalnya seorang wanita Arab, ketika patung itu ditujukan untuk Mesir, hingga teori bahwa patung itu didasarkan pada istri atau ibu Bartholdi.

Bagaimana Cara mengangkut Patung Liberty dari Perancis ke Amerika?

Patung itu dibongkar di Prancis, dikemas ke 214 peti kayu, dan dikirim ke Amerika Serikat dengan kapal.

Kapan Patung Liberty Dibuka untuk Umum? 

Patung Liberty pertama kali dibuka pada tahun 1886. Dalam beberapa dekade terakhir, patung itu telah ditutup beberapa kali untuk pekerjaan pemugaran dan untuk alasan keamanan. Penutupan besar terakhir terjadi pada tahun 2012 karena Badai Sandy. Patung itu dibuka kembali pada 4 Juli 2013.

Siapakah yang berhak Memiliki Dan Mengelola Patung Liberty?

Patung Liberty tidak dimiliki oleh New York atau New Jersey, meskipun Pulau Liberty secara teknis merupakan bagian dari New York. Patung dan pulau yang didudukinya dimiliki oleh pemerintah federal dan dikelola oleh Layanan Taman Nasional (Nasional Park Service).

Mengapa Patung Liberty Berwarna Hijau? 

Patung Liberty berwarna hijau karena proses pelapukan alami udara dan air pada tembaga yang disebut oksidasi. Tembaga karbonat yang melindungi bahan di bawahnya menjadi patina dari waktu ke waktu karena proses pelapukan yang lama. 

Kapan Patung Liberty Mulai Berubah Menjadi Warna Hijau, dan Berapa Lama Dibutuhkan?

Perubahan warna pada Patung Liberty terjadi secara bertahap, jadi sulit untuk mengatakan kapan itu dimulai, tetapi gambar berwarna menunjukkan bahwa Patung Liberty benar-benar hijau pada tahun 1920.

Berapa Tinggi Patung Liberty?

Patung ini berukuran 305 kaki. 1in dari tanah ke ujung api. Ketinggian Patung Liberty setara dengan bangunan 22 lantai. Patung Liberty adalah struktur tertinggi di New York pada tahun 1886.

Apakah Patung Liberty adalah sosok pria atau wanita? 

Gambar klasik Liberty biasanya diwakili oleh seorang wanita. Wajah Patung Liberty dikatakan dimodelkan dari ibu si pematung atau saudara perempuan.

Apakah Api Obor Patung Liberty dinyalakan? 

Api Obor Patung Liberty telah ditutup sejak ledakan "Black Tom" pada 30 Juli 1916, yang merupakan salah satu tindakan sabotase terbesar bagi bangsa amerika sebelum peristiwa Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. 

Apakah mahkota Patung Libery itu terbuka untuk Umun? 

Ya, dengan reservasi di www.statuecruises.com, para pengunjung bisa mendapatkan ijin mengunjungi mahkota Patung Liberty.

Patung Liberty Menghadap Ke Arah Mana ? 

Patung Liberty menghadap ke Tenggara dan ditempatkan secara strategis di dalam Fort Wood yang merupakan basis yang sempurna untuk Patung tersebut. Posisi Patung juga sempurna untuk kapal ketika memasuki pelabuhan. Patung Liberty seakan sebagai simbol penyambutan kepada para kapal yang masuk ke dermaga.

Apakah Patung Liberty Tersambar Petir?

Iya! Meskipun Patung itu ditancapkan melalui dasar beton dan granit yang sangat besar, ia tetap berdiri; Patung itu dihantam petir berkali-kali setiap tahun. Berapa banyak yang tidak diketahui. Tinggi patung dan bahan konduktif yang terbuat dari tembaga, membuatnya menjadi struktur pilihan untuk sambaran petir.

Apa Arti Lambang Obor Patung Liberty? 

Obor adalah simbol pencerahan. Obor Patung Liberty menerangi jalan menuju kebebasan yang menunjukkan kepada kita jalan menuju Liberty. Bahkan nama resmi Patung itu melambangkan simbol terpentingnya "Liberty Enlightening the World". Obor pengganti Patung saat ini telah ditambahkan pada tahun 1986, adalah nyala tembaga yang dilapisi emas 24 Karat. Ini mencerminkan sinar matahari di siang hari dan diterangi oleh 16 lampu sorot di malam hari. Obor asli telah dihapus pada tahun 1984, karena ada ledakan yang berasal dari sebuah sabotase.

Apa yang tertulis di Papan Prasasti Patung Liberty? 

Papan Prasasti ditempatkan di tangan kiri Patung, memiliki tanggal Kemerdekaan Amerika 4 Juli 1776, tertulis di atasnya dalam angka Romawi (Juli IV, MDCCLXXVI)

Apa Arti Tujuh Paku Pada Mahkota Patung Liberty? 

Sinar mewakili lingkaran cahaya, juga disebut "aureole."

Dimana Letak Patung Liberty ? Di New York atau New Jersey? 

Patung Liberty berada di Pulau Liberty, properti federal yang dikelola oleh Layanan Taman Nasional, yang terletak di dalam wilayah hukum Negara Bagian New York. Pakta antara New York dan New Jersey, diratifikasi oleh Kongres pada tahun 1834, menyatakan masalah ini.

Apakah Patung Liberty berada di Pulau Ellis? 

Tidak. Taman ini terdiri dari dua pulau terpisah, Pulau Liberty dan Pulau Ellis. Patung Liberty ada di Pulau Liberty. Pulau Ellis, bekas stasiun imigrasi federal, saat ini menjadi museum imigrasi nasional.

Berapa Nilai Patung Liberty jika di uangkan ?

Jika nilai Patung Liberty dinilai hanya dari biaya material saja, itu akan bernilai $ 227.610 sebagai besi tua.

Demikian artikel mengenai Fakta-Fakta Sejarah Patung Liberty Di Amerika Serikat. Anda juga dapat membaca Sejarah Berdirinya Patung Liberty yang telah kami ringkas di sini.

Terima kasih telah berkunjung. Anda dapat melengkapi wawasan mengenai Patung Liberty dengan berbagai sumber yang ada. Terima Kasih.


Referensi:
Copyright © 2020. Jejak Tamboen | Sejarah | Blogging | Informasi - All Rights Reserved | Template Modified by BayuRD
Support : Johny Template | Blogger